RIDWAN KAMIL WALI KOTA BANDUNG

Kamis, 13 Juli 2017

Ridwal kami,Inspirasi bagi Indonesia


Ridwan Kamil, sang arsitek yang kini digemakan namanya oleh dunia. Walikota Bandung periode 2013-2018 ini akrab disapa Kang Emil. Berbagai karyanya yang mewarnai dunia membuatnya menghimpun banyak penggemar, baik dari kalangan arsitek, perkotaan, hingga anak-anak muda, khususnya warga Bandung. Namun, di balik namanya yang bersinar, tersimpan kisah menarik yang sangat inspiratif. Sebuah kisah yang menjadikan Kang Emil yang sekarang begitu luar biasa.

Lahir di Bandung, besar di Bandung, dan kembali untuk Bandung. Begitu mencintai Bandung, membuatnya bersekolah sejak sekolah dasar hingga menempuh tingkat sarjana di Bandung. Setelah mendapatkan Sarjana Teknik di Institut Teknologi Bandung pada jurusan Teknik Arsitektur, ia berkelana untuk meniti karir di Amerika Serikat. Pada masa krisis moneter, ia dipecat dari perusahaan tempat ia bekerja. Namun, hal itu tak membuatnya menyerah. Ia terus berusaha dalam keadaan yang tidak ideal untuk melanjutkan hidup bersama sang istri di Republik Adidaya. Hingga Kang Emil berhasil mendapatkan beasiswa master di University of California, Berkeley. Setelah menggenggam gelar Master of Urban Design, ia kembali ke Bandung.
Dua tahun kemudian, bersama kawan-kawan terdekat, ia mendirikan sebuah firma arsitektur Urbane atau Urban Evolution, atau bisa juga disebut Urang Bandung Euy. Selain itu, ia mengabdi pada almamaternya sebagai dosen. Ia juga menjadi konsultan urban di firma ternama SOM, EDAW, dan SAA. Perkembangan kota Jakarta dan Surabaya pun tak lepas dari kontribusi Kang Emil yang sangat mencintai kota dan berkarir untuk kota
 
Lahir di Bandung, besar di Bandung, dan kembali untuk Bandung. Begitu mencintai Bandung, membuatnya bersekolah sejak sekolah dasar hingga menempuh tingkat sarjana di Bandung. Setelah mendapatkan Sarjana Teknik di Institut Teknologi Bandung pada jurusan Teknik Arsitektur, ia berkelana untuk meniti karir di Amerika Serikat. Pada masa krisis moneter, ia dipecat dari perusahaan tempat ia bekerja. Namun, hal itu tak membuatnya menyerah. Ia terus berusaha dalam keadaan yang tidak ideal untuk melanjutkan hidup bersama sang istri di Republik Adidaya. Hingga Kang Emil berhasil mendapatkan beasiswa master di University of California, Berkeley. Setelah menggenggam gelar Master of Urban Design, ia kembali ke Bandung.
Dua tahun kemudian, bersama kawan-kawan terdekat, ia mendirikan sebuah firma arsitektur Urbane atau Urban Evolution, atau bisa juga disebut Urang Bandung Euy. Selain itu, ia mengabdi pada almamaternya sebagai dosen. Ia juga menjadi konsultan urban di firma ternama SOM, EDAW, dan SAA. Perkembangan kota Jakarta dan Surabaya pun tak lepas dari kontribusi Kang Emil yang sangat mencintai kota dan berkarir untuk kota
Dalam karir profesionalnya, Kang Emil memiliki dua langkah dalam mencapai visinya. Yang pertama adalah mengedukasi orang mampu agar memahami pentingnya kota bagi seluruh lapisan, serta memberikan fasilitas kepada mereka yang tidak mampu melalui proyek sosial. Seperti yang ia lakukan pada kediamannya, Bottle House. Selama 6 bulan ia mengumpulkan botol kaca bekas sehingga mampu diolah menjadi elemen dinding dan roster, yang menjadi sebuah inisiasi cerdas: mengubah sampah menjadi unsur estetika.
Sisi kreatifnya tak berhenti kendati kini ia telah menjadi Walikota Bandung. Moto “membangun kota dengan gagasan baru” terlihat menarik hingga ratusan orang berharap memiliki walikota keren seperti Kang Emil. Mari kita lihat inovasinya dalam menciptakan kebiasan baik bagi warga Bandung dengan hari tematik seperti Selasa Tanpa Rokok dan Rebo Nyunda. Semua hal itu diawali dari dirinya sendiri. Ia memanfaatkan media sosial untuk mengajak warganya melakukan hal yang sama. Luar biasa, bukan?
Begitu juga taman-taman tematik yang Kang Emil bangun sedikit demi sedikit pada periode pemerintahannya. Taman Jomblo, Taman Film, dan Revitalisasi Alun-alun Bandung. Diiringi dengan perubahannya pada periklanan untuk kota, yang dikemas ala anak muda sebagai pendorong dan pengingat bagi masyarakat Bandung yang kreatif, untuk mengalokasikan kreativitasnya pada kota.
Kiprah Kang Emil mulai dari bidang arsitektur, kota, sosial, hingga pemerintahan, menumbuhkan harapan hadirnya para pembawa perubahan yang kreatif di Indonesia.
Bagaimana dengan kamu?



 

0 komentar:

Posting Komentar