Wali Kota Bandung Ridwan Kamil ternyata punya darah seorang pahlawan,
yaitu KH Mukhyidin, seorang ulama besar di Jawa Barat pada masa
penjajahan Belanda.
Pria yang akrab disapa Emil itu merupakan generasi ketiga dari KH
Mukhyidin. Emil lahir dari pasangan Atje Misbach Muhjiddin dan Tjutju
Sukaesih. Atje Misbach Muhjiddin adalah anak pertama KH Mukhyidin dari
istri keempatnya Siti Hafsah.
Emil mengatakan, ada tiga nilai penting yang ditularkan kakeknya kepada para keluarganya, yakni nyunda (membawa nilai kesundaan), nyantri (memiliki ilmu agama), dan nyakola (berpendidikan).
"Tiga nilai itu yang saat ini saya praktikkan dalam memimpin kota,"
ucap Emil dalam Seminar Nasional Pengusulan KH Mukhyidin sebagai
Pahlawan Nasional di Museum Sri Baduga, Jalan Peta, Rabu (23/3/2016).
"Nyunda, nyantri, nyakola. Bahwa harus punya keilmuan agama walaupun tidak harus jadi ulama untuk bekal hidup. Harus nyunda karena kakek saya seniman. Dia punya buku jadi berdakwahnya lewat puisi dan lagu," tambahnya.
Emil mengatakan, sangat sulit untuk menelusuri silsilah KH Mukhyidin
karena sang kakek sengaja membakar silsilah keluarga untuk menghindari
pengultusan garis keturunan.
"Selain itu, budaya di Indonesia kadang sesuatunya tidak tertulis,
berbeda dengan budaya Arab. Perbedaan budaya inilah yang menyebabkan
jejak sejarah sulit ditelusuri," kata dia.
Upaya pengusulan KH Mukhyidin sebagai pahlawan, lanjut Emil, telah melebihi ekspektasinya.
"Diberi kehormatan dari profesor sejarah untuk dikaji dan diusulkan
saja bagi saya sudah melebihi ekspektasi karena itu menjadi sejarah di
keluarga kami. Kalau ternyata oleh profesor sejarah ini dianggap
penting, ya kenapa tidak," tuturnya







0 komentar:
Posting Komentar